All posts by jalantikus

10246340_10202708725017486_3878840174953970709_n

Komunitas Taman Suropati Chambers

“Orang menggunakan taman justru untuk minum atau membuang barbuk curian. Dulu ketika Taman Suropati Chambers latihan, ada gangguan kecil seperti preman yang menghardik, ‘jangan berisik’”, cerita Ages Biola tentang pengalaman pertamanya. “Taman seharusnya digunakan oleh masyarakat kota metropolitan yang kekurangan ruang bermain, ruang alternatif. Taman menjadi pilihan bijak untuk di akhir pekan”.

baca-baca di taman 12

Komunitas Baca-Baca di Taman

“Kami berkumpul di Bundaran HI dan membaca di sana. Kami pernah didatangi aparat karena dicurigai apa yang kami jajakan, tapi nyatanya ‘kan kami menjajakan buku, bukan benda mencurigakan. Pertemuan keempat baru pindah ke Taman Menteng karena lebih nyaman”, timpal mereka. “Pertimbangan lain, di taman banyak pohon sehingga lebih sehat. Ternyata lebih asik membaca di taman karena bebas polusi dan tidak berisik”.

img366

TROTOART

Komunitas TROTOARt awalnya merupakan wadah berkumpulnya para pelukis yang mangkal di Jalan Pintu Besar Selatan, Kawasan Kota Tua, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebelumnya sudah ada wadah yang disebut KEPBES (Kesatuan Pintu Besar). Namun, terjadi benturan konsep di antara para pelaku seni tersebut, antara sisi komersial dan penciptaan karya berdasarkan ide. Akhirnya, berujung pada pemikiran, penciptaan seni yang target utamanya bukan pada materi. Inilah awal terbentuknya TROTOARt pada Mei 2001. “Orientasi kami jadi pelukis jalanan itu berbeda-beda, kalau aku, tidak ada targetan untuk cari nafkah, memang total berkesenian,” ujar Jhons Patriatik Karlah, salah satu penggagas TROTOARt.

IMG_0663

Komik Curhat

Pada 2009, komik kompilasi ini dibawa Maman roadshow ke tujuh sekolah di Jakarta, sekaligus ia menggelar workshop membuat komik dengan judul “Jangan Sampai Masuk Bui”. Workshop ini juga merupakan program kerja sama dengan Biennale Jakarta 2009. “Dengan Biennale itu ‘kan kita konsep ruang, anak-anak dari luar kita bawa ke lapas, anak lapas diinteraksikan dengan mereka,” jelasnya. Sehingga peserta program bisa bertukar pengalaman terkait ruang. Misalnya anak SMA bercerita ia punya masalah di kamarnya tidak enak karena harus tidur dengan adiknya atau karena tidak ada AC. Nah, anak lapas bercerita kalau mereka harus satu kamar dengan 8 orang. Setelah selesai berbagi soal ruang, mereka mengikuti workshop “Jangan Sampai Masuk Bui”, yang mengangkat tema-tema seputar: mengapa kita masuk penjara. Hasil workshop-nya dipamerkan di Lapas tersebut.

61418_3880831578534_1979381691_n

Komunitas Bau Tanah

“Awalnya kami pecinta alam, ya melukis dan foto,” jelas Radian, Humas Galeri Jalanan Bautanah. “Kami mendirikan Bautanah dengan semangat dan kepercayaan dari teman-teman, berbagai orang yang karyanya mau dititipin, modalnya patungan dan pertemanan,” imbuhnya.